Kukuhkan 80 Sarjana, FEBI IAIN Sultan Amai Gorontalo Gelar Yudisium Semester Genap TA 2025/2026

GORONTALO, febi.iaingorontalo.ac.id — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Sultan Amai Gorontalo menyelenggarakan kegiatan Yudisium Sarjana Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026, bertempat di Aula Fakultas Syariah IAIN Sultan Amai Gorontalo, Selasa (14/7/2026).

Pada yudisium kali ini, sebanyak 80 mahasiswa dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar sarjana. Mereka berasal dari empat program studi di lingkungan FEBI, yakni Perbankan Syariah sebanyak 34 mahasiswa, Ekonomi Syariah 21 mahasiswa, Manajemen Keuangan Syariah 19 mahasiswa, dan Akuntansi Syariah 6 mahasiswa.

Yudisium merupakan momen sakral sekaligus membanggakan, sebagai pengukuhan resmi atas keberhasilan mahasiswa menyelesaikan seluruh rangkaian akademik. Kegiatan ini menjadi penanda transisi para lulusan dari dunia kampus menuju dunia kerja dan pengabdian di tengah masyarakat.

Dibuka Langsung oleh Dekan FEBI

Kegiatan yudisium dibuka secara resmi oleh Dekan FEBI IAIN Sultan Amai Gorontalo, Prof. Dr. Muhdar HM, M.M. Dalam sambutannya, Dekan menyampaikan banyak arahan dan wejangan kepada para calon wisudawan sebagai bekal menapaki babak baru kehidupan.

Dekan mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yudisium atas capaian yang telah diraih. Ia menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di FEBI.

Dalam wejangannya, Dekan berpesan agar para lulusan senantiasa menjaga integritas, menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman, serta menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat. Ia juga mengingatkan pentingnya semangat belajar sepanjang hayat dan kemampuan beradaptasi di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat.

Selain itu, Dekan mengajak para wisudawan untuk selalu menjaga nama baik almamater di mana pun mereka berkarya, serta membangun jejaring dan kontribusi nyata bagi pengembangan ekonomi dan bisnis Islam di masa mendatang.

Empat Wisudawan Berprestasi

Pada yudisium kali ini, FEBI juga memberikan apresiasi kepada para calon wisudawan/wisudawati berprestasi dari masing-masing program studi. Mereka adalah:

  • Akuntansi Syariah — Edis, dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,86
  • Perbankan Syariah — Muhammad Firdaus Dukalang, dengan IPK 3,88
  • Ekonomi Syariah — Dania U. Wonggole, dengan IPK 3,82
  • Manajemen Keuangan Syariah — Safitri, dengan IPK 3,80

Capaian para wisudawan berprestasi tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan memberikan yang terbaik selama menempuh pendidikan.

Momentum Kebanggaan dan Harapan

Kegiatan yudisium berlangsung khidmat dan penuh haru. Wajah bangga terpancar dari para calon wisudawan yang telah melewati berbagai tantangan hingga sampai pada titik kelulusan.

Melalui kegiatan ini, FEBI IAIN Sultan Amai Gorontalo berharap para lulusan dapat menjadi sarjana yang unggul, berakhlak mulia, dan siap memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat. Yudisium ini sekaligus menjadi bukti komitmen FEBI dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing di bidang ekonomi dan bisnis Islam.

Siapkan Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja, FEBI IAIN Sultan Amai Gorontalo Gelar Pembekalan PPL Bersama Bank Indonesia dan Pegadaian Syariah

GORONTALO, — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Sultan Amai Gorontalo menggelar kegiatan Pembekalan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) bagi mahasiswa, bertempat di Aula Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Kampus 1 IAIN Sultan Amai Gorontalo, Kamis (9/7/2026).

Kegiatan ini menjadi tahap penting sebelum mahasiswa diterjunkan ke berbagai instansi mitra untuk menjalani PPL. Melalui pembekalan, mahasiswa dibekali wawasan praktis, kesiapan mental, serta pemahaman etika kerja agar mampu beradaptasi dengan cepat di dunia kerja yang sesungguhnya.

Dibuka Langsung oleh Dekan FEBI

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan FEBI IAIN Sultan Amai Gorontalo, Prof. Dr. Muhdar HM, M.M. Dalam pembukaannya, Dekan menekankan bahwa PPL bukan sekadar formalitas akademik, melainkan sarana strategis bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah ke dalam praktik nyata di lapangan.

Dekan juga mengingatkan mahasiswa untuk menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi kedisiplinan, serta menjadikan PPL sebagai momentum membangun jejaring dan pengalaman profesional yang berharga.

Arahan dari Ketua Panitia

Ketua Panitia kegiatan, Nurul Fadhilah, S.E., M.E.K, dalam sambutannya menyampaikan arahan sekaligus motivasi kepada para mahasiswa peserta PPL. Ia menegaskan pentingnya kesiapan, tanggung jawab, dan profesionalisme selama menjalankan praktik di lapangan.

Ia berharap seluruh mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan PPL dengan sebaik-baiknya, tidak hanya untuk memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga untuk mengasah keterampilan dan memperluas relasi di dunia kerja.

Dua Narasumber dari Institusi Keuangan Terkemuka

Pembekalan kali ini menghadirkan dua narasumber dari lembaga keuangan yang memiliki peran strategis di Provinsi Gorontalo.

Narasumber pertama, Ciptoning Suryo Condro dari Bank Indonesia, membawakan materi bertajuk “Peran Bank Indonesia dalam Pengembangan UMKM, Digitalisasi Usaha, dan Pemberdayaan Wirausaha Muda di Provinsi Gorontalo.”

Dalam paparannya, ia menjelaskan bagaimana Bank Indonesia berperan dalam mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), termasuk melalui program pendampingan, akses pembiayaan, dan penguatan kapasitas pelaku usaha. Ia juga menyoroti pentingnya digitalisasi usaha di era ekonomi modern serta peluang besar bagi wirausaha muda untuk berkontribusi dalam perekonomian daerah. Materi ini diharapkan membuka wawasan mahasiswa tentang peran lembaga negara dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus menumbuhkan semangat kewirausahaan.

Narasumber kedua, Rachmat Djafar dari Pegadaian Syariah, menyampaikan materi “Menjadi Talenta yang Dicari: Etika, Penampilan, Kompetensi, dan Integritas di Era Persaingan Kerja.”

Ia mengajak mahasiswa untuk mempersiapkan diri menghadapi ketatnya persaingan dunia kerja dengan membangun empat pilar utama: etika, penampilan profesional, kompetensi, dan integritas. Menurutnya, kompetensi akademik saja tidak cukup; talenta yang dicari perusahaan adalah mereka yang mampu menampilkan sikap profesional, dapat dipercaya, dan memiliki karakter yang kuat. Materi ini memberikan bekal praktis bagi mahasiswa dalam membentuk citra diri yang positif saat memasuki dunia kerja.

Harapan dari Kegiatan

Melalui kegiatan Pembekalan PPL ini, FEBI IAIN Sultan Amai Gorontalo berharap para mahasiswa memperoleh bekal yang matang — baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, maupun sikap — sebelum melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan di berbagai institusi mitra.

Kegiatan berlangsung tertib dan antusias, ditandai dengan aktifnya interaksi antara mahasiswa dan para narasumber. Diharapkan, ilmu dan pengalaman yang diperoleh dalam pembekalan ini dapat menjadi modal berharga bagi mahasiswa untuk menjadi lulusan yang unggul, profesional, dan siap bersaing di dunia kerja.

FEBI IAIN Sultan Amai Gorontalo Gelar Benchmarking Bersama IAIN Manado

GORONTALO — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Sultan Amai Gorontalo sukses melaksanakan kegiatan benchmarking bersama FEBI IAIN Manado pada Kamis (07/05/2026), bertempat di Aula Fakultas Syariah Kampus 2 IAIN Sultan Amai Gorontalo.

Kegiatan yang mengusung tema “Sinergi dalam Meningkatkan Literasi dan Edukasi Ekonomi dan Bisnis Islam” tersebut menjadi ajang silaturahmi akademik sekaligus forum diskusi ilmiah dalam memperkuat pengembangan pendidikan ekonomi dan bisnis Islam di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam.

Benchmarking ini dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen, mahasiswa, serta peserta dari kedua institusi. Suasana kegiatan berlangsung aktif dan interaktif melalui pemaparan materi serta sesi diskusi terkait penguatan mutu akademik, pengembangan program studi, dan peningkatan literasi ekonomi syariah di era transformasi digital.

Pada kegiatan tersebut, Wakil Dekan II FEBI IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. Hj. Sri Dewi Yusuf, S.E., M.M., tampil sebagai pembicara utama dengan membawakan materi mengenai pentingnya kolaborasi dan inovasi dalam pengembangan pendidikan ekonomi syariah. Ia menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan ekonomi modern tanpa meninggalkan nilai-nilai syariah.

Sementara itu, Sekretaris Jurusan Ekonomi Syariah FEBI IAIN Manado, Nur Shadiq Sandimula, S.H.I., M.E., juga menyampaikan berbagai pandangan dan pengalaman terkait penguatan literasi ekonomi Islam di lingkungan akademik. Dalam pemaparannya, ia menyoroti pentingnya sinergi antarlebaga pendidikan dalam menghadirkan program-program edukatif yang mampu menjawab tantangan masyarakat di era digital.

Berbagai gagasan dan narasi penting yang disampaikan kedua pembicara mendapat respons positif dari peserta. Diskusi berlangsung dinamis dengan antusiasme peserta yang aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pandangan mengenai pengembangan ekonomi dan bisnis Islam di kawasan Indonesia Timur.

Jalannya kegiatan dipandu oleh moderator Fandil Supandi, M.Kom., dosen FEBI IAIN Sultan Amai Gorontalo, yang berhasil membangun suasana dialog yang komunikatif dan produktif selama kegiatan berlangsung.

Melalui kegiatan benchmarking ini, FEBI IAIN Sultan Amai Gorontalo dan FEBI IAIN Manado berharap dapat mempererat kerja sama akademik serta membuka peluang kolaborasi berkelanjutan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam pengembangan ekonomi dan bisnis Islam.

FEKSYAH II 2026 Bahas Tantangan Industri Halal di Era Digitalisasi Keuangan

GORONTALO — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Sultan Amai Gorontalo sukses melaksanakan kegiatan Festival Go Ekonomi dan Keuangan Syariah (FEKSYAH) II Tahun 2026 pada Rabu (06/05/2026) di Aula Fakultas Syariah Kampus 2 IAIN Sultan Amai Gorontalo.

Mengusung tema “Peluang dan Tantangan Industri Halal di Tengah Digitalisasi Transaksi Keuangan”, kegiatan ini berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 13.00 WITA dan dihadiri oleh civitas akademika, mahasiswa, serta berbagai peserta yang antusias mengikuti jalannya forum diskusi ekonomi syariah tersebut.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan FEBI IAIN Sultan Amai Gorontalo, Prof. Dr. Muhdar HM, S.E., T., M.M. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya penguatan literasi ekonomi dan keuangan syariah di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.

“Transformasi digital memberikan peluang besar bagi pengembangan ekonomi syariah, namun juga menghadirkan tantangan yang harus dihadapi melalui inovasi dan penguatan sumber daya manusia,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, keynote speech disampaikan oleh Dr. Radliyah Hasan Jan, M.Si., Ak., selaku Dekan FEBI IAIN Manado. Ia membahas pentingnya kesiapan institusi pendidikan dan pelaku industri halal dalam menghadapi perubahan pola transaksi keuangan berbasis digital.

FEKSYAH II 2026 juga menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Dr. Syarifuddin, S.Ag., M.Ag., Wakil Dekan III FEBI IAIN Manado; Dr. Luq H. Ajuna, S.EI., M.M., M.Si., Wakil Dekan II FEBI IAIN Sultan Amai Gorontalo sekaligus Ketua Halal Center IAIN Sultan Amai Gorontalo; serta Dr. Syawaluddin, S.Pd.I., M.Si., Wakil Dekan I FEBI IAIN Sultan Amai Gorontalo.

Dala pemaparannya, para narasumber menyoroti perkembangan industri halal yang kini semakin terhubung dengan teknologi digital, mulai dari sistem pembayaran syariah, pemasaran produk halal berbasis digital, hingga tantangan regulasi dan literasi masyarakat terhadap keuangan syariah.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta terkait peluang pengembangan industri halal di daerah serta strategi menghadapi persaingan ekonomi digital.

Adapun jalannya kegiatan dipandu oleh moderator Dr. Moh. Agus Nugroho, S.EI., M.E., yang berhasil mengarahkan diskusi secara dinamis dan komunikatif.

Melalui pelaksanaan FEKSYAH II 2026, FEBI IAIN Sultan Amai Gorontalo berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang edukasi dan kolaborasi dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah, khususnya di Provinsi Gorontalo dan kawasan Indonesia Timur.

“PEGADAIAN MENGAJAR”, Mahasiswa IAIN SMART Dibawa Langsung ke Dunia Nyata Keuangan Syariah

Gorontalo, 28 April 2026 — Suasana berbeda terasa di Gedung Aula Fakultas Syariah, Kampus 2 IAIN SMART, Senin pagi ini. Ratusan mahasiswa tampak antusias memadati ruangan sejak pukul 08.00 WITA untuk mengikuti kegiatan Pegadaian Mengajar — sebuah program kolaborasi strategis antara IAIN Sultan Amai Gorontalo, PT Pegadaian, dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Provinsi Gorontalo. Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 13.00 WITA ini menghadirkan lima narasumber kompeten dari kalangan akademisi dan praktisi industri keuangan syariah.

Kegiatan ini diperkaya oleh kehadiran lima pembicara yang masing-masing membawa perspektif dan keahlian yang saling melengkapi.

Hadir pertama sebagai representasi pimpinan akademik, Prof. Dr. Muhdar, HM., SE., ST., MM., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Sultan Amai Gorontalo. Sebagai guru besar yang telah lama berkecimpung di dunia ekonomi Islam, beliau memberikan sambutan sekaligus membuka wawasan mahasiswa tentang pentingnya sinergi antara dunia kampus dan industri.

“Kegiatan seperti ini bukan sekadar program, tetapi merupakan bentuk nyata sinergi antara dunia akademik dan dunia industri. Kita saat ini hidup di era yang penuh dengan perubahan — era digital, era disrupsi, dan era kompetisi global. Dalam kondisi seperti ini, ilmu di ruang kelas saja tidak cukup. Mahasiswa FEBI membutuhkan wawasan praktis, pemahaman dunia kerja, serta kemampuan mengelola keuangan secara cerdas dan bijak. Di sinilah kegiatan Pegadaian Mengajar menjadi sangat penting,” ujarnya penuh semangat.

Beliau juga menegaskan posisi strategis Pegadaian dalam ekosistem keuangan syariah nasional. “Pegadaian bukan hanya lembaga keuangan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam meningkatkan inklusi keuangan, mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, serta memberikan solusi keuangan berbasis syariah. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat belajar langsung bagaimana praktik keuangan di lapangan, bagaimana mengelola risiko, dan bagaimana membangun literasi keuangan sejak dini,” tambahnya.

Sebagai penutup sambutannya, Prof. Muhdar menyampaikan pesan hangat kepada para peserta. “Manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Jangan hanya menjadi peserta yang hadir, tetapi jadilah peserta yang aktif bertanya, kritis dalam berpikir, dan terbuka terhadap pengalaman baru. Saya berharap kegiatan ini dapat memperkuat link and match antara kampus dan industri, membuka peluang kerja sama yang lebih luas, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Sultan Amai Gorontalo,” pungkasnya disambut tepuk tangan meriah.

 

Turut hadir sebagai narasumber, Rinaldi Datunsolang, M.Pd., Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Sultan Amai Gorontalo. Kehadirannya dalam forum ini menegaskan bahwa literasi keuangan syariah bukan hanya domain mahasiswa ekonomi semata, melainkan juga relevan bagi seluruh elemen civitas akademika. Rinaldi membawa sudut pandang integratif antara nilai-nilai keislaman dan penerapan keuangan syariah dalam kehidupan sehari-hari, memperkaya diskusi dengan pendekatan yang lebih holistik dan berbasis karakter.

Dari dunia praktisi, Wensy Charles Silvano Mamoe, Manager Bisnis Kantor Pegadaian Cabang Gorontalo Utara, hadir membawa pengalaman langsung dari lapangan. Dengan posisinya sebagai manajer bisnis yang mengelola operasional cabang secara langsung, Wensy memaparkan secara gamblang bagaimana Pegadaian bekerja dalam melayani masyarakat, mulai dari produk gadai konvensional hingga layanan berbasis syariah. Ia juga berbagi strategi bagaimana lembaga keuangan merespons kebutuhan masyarakat di era digital dan tantangan yang dihadapi di lapangan setiap harinya.

Melengkapi perspektif industri, Rezki Octavian, Spesialis Departemen Gadai Area Gorontalo, tampil sebagai narasumber yang memberikan pemahaman teknis mendalam mengenai mekanisme gadai, penilaian agunan, dan manajemen risiko. Sebagai spesialis di bidangnya, Rezki menjelaskan secara rinci proses bisnis gadai dari hulu ke hilir — pengetahuan yang sangat aplikatif bagi mahasiswa yang kelak akan berkecimpung di sektor keuangan. Paparannya menjadi jembatan nyata antara teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan realita praktik di dunia kerja.

Satu lagi narasumber kunci yang memperkaya forum ini adalah Dr. Luqmanul Hakiem Ajuna, SE.I., M.M.M.Si., Sekretaris Umum Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Provinsi Gorontalo. Dengan latar belakang akademis yang kuat sekaligus keterlibatannya langsung dalam gerakan ekonomi syariah di tingkat provinsi, Dr. Luqmanul membawa wawasan strategis tentang peta perkembangan ekonomi syariah di Gorontalo dan peluang besar yang menanti para generasi muda. Ia mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi konsumen sistem keuangan, tetapi juga berperan aktif sebagai agen perubahan dalam ekosistem ekonomi syariah nasional.

Tak sekadar ilmu, para peserta kegiatan ini juga memperoleh sejumlah manfaat nyata, di antaranya fasilitas pembukaan rekening Tabungan Emas Pegadaian, sertifikat keikutsertaan, snack, serta — yang paling berharga — ilmu yang bermanfaat langsung dari para praktisi dan akademisi terbaik.

Kegiatan Pegadaian Mengajar diharapkan menjadi program berkelanjutan yang semakin mempererat sinergi antara FEBI IAIN Sultan Amai Gorontalo, PT Pegadaian, dan MES Provinsi Gorontalo, demi melahirkan generasi ekonom muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga matang secara praktis dan siap memberi kontribusi nyata bagi perekonomian umat.

 

FEBI IAIN Sultan Amai Gorontalo Gelar Gerakan Wakaf Hijau, Dukung Program Ekoteologi Kemenag

Gorontalo — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo sukses menggelar kegiatan “Gerakan Wakaf Hijau” pada Jumat (24/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus FEBI ini diikuti oleh aparatur sipil negara (ASN) dan mahasiswa dengan penuh antusias.

Sejak pagi hari, peserta mulai berkumpul untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang dikemas dalam suasana santai namun sarat makna. Selain kegiatan kebersamaan seperti bakar ikan dan makan bersama, acara ini juga menjadi wadah mempererat silaturahmi antar civitas akademika.

Tidak hanya berorientasi pada kebersamaan, Gerakan Wakaf Hijau juga mengusung misi penting dalam meningkatkan kesadaran akan pelestarian lingkungan. Konsep wakaf yang diangkat dalam kegiatan ini diperluas, tidak hanya dalam bentuk aset ekonomi, tetapi juga sebagai kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian alam.

Pihak penyelenggara menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun budaya kampus yang peduli lingkungan berbasis nilai-nilai keagamaan. Hal ini dinilai penting mengingat tantangan kerusakan lingkungan yang semakin kompleks.

Menariknya, kegiatan ini juga dinilai sejalan dengan program ekoteologi yang tengah digagas oleh Menteri Agama Republik Indonesia. Program tersebut menekankan pentingnya peran agama dalam merespons isu-isu lingkungan, dengan mendorong umat untuk menjaga alam sebagai bagian dari tanggung jawab spiritual.

Dengan terselenggaranya Gerakan Wakaf Hijau ini, FEBI IAIN Sultan Amai Gorontalo berharap dapat menjadi pelopor dalam gerakan kampus hijau serta menginspirasi masyarakat luas untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

Kegiatan berlangsung dengan lancar hingga selesai dan diharapkan dapat menjadi agenda berkelanjutan di masa mendatang.

DEMA-FEBI Gelar Bedah Buku Kartini, Mahasiswa Diajak Berpikir Kritis dan Reflektif

Gorontalo – Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (DEMA-FEBI) menggelar kegiatan bedah buku bertajuk “Habis Gelap Terbitlah Terang” pada Kamis (23/4/2026). Kegiatan ini menjadi ruang diskusi intelektual bagi mahasiswa untuk mengkaji pemikiran emansipatif R. A. Kartini yang hingga kini masih relevan.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Sultan Amai Gorontalo, yakni Prof. Dr. Muhdar HM, S.E., S.T., M.M., yang hadir memberikan sambutan sekaligus membuka acara. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa buku Habis Gelap Terbitlah Terang tidak sekadar kumpulan surat pribadi, tetapi merupakan cerminan gagasan progresif Kartini yang melampaui zamannya.

“Di dalamnya, Kartini berbicara tentang pendidikan, kesetaraan, kemanusiaan, hingga harapan akan masa depan yang lebih baik. Nilai-nilai tersebut masih sangat relevan hingga hari ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kegiatan bedah buku dalam dunia akademik. Menurutnya, kegiatan semacam ini tidak hanya mendorong budaya membaca, tetapi juga melatih kemampuan berpikir kritis mahasiswa.

“Bedah buku bukan hanya membaca, tetapi juga menganalisis, mengkritisi, dan merefleksikan gagasan. Dari sinilah lahir tradisi intelektual yang sehat dan dinamis,” tambahnya.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa FEBI dengan antusias. Diskusi berlangsung interaktif, di mana peserta tidak hanya mendengarkan pemaparan, tetapi juga aktif menyampaikan pandangan serta interpretasi mereka terhadap pemikiran Kartini.

Melalui kegiatan ini, DEMA-FEBI berharap semangat R. A. Kartini dalam memperjuangkan pendidikan dan pemikiran kritis dapat terus dihidupkan dalam konteks kekinian, baik di ruang kelas, organisasi, maupun kehidupan bermasyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pemikiran besar tidak hanya untuk dikenang, tetapi juga untuk dipahami dan diterapkan dalam menghadapi tantangan zaman.

Pelatihan Public Speaking di IAIN Sultan Amai Gorontalo Berlangsung Sukses, Peserta Antusias

Gorontalo – Kegiatan Public Speaking Class of FEBI yang diselenggarakan di lingkungan IAIN Sultan Amai Gorontalo berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme pada Selasa (21/4/2026). Bertempat di Creative Lounge FEBI, kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa serta peserta umum yang ingin meningkatkan keterampilan berbicara di depan publik.

Dalam sambutan pembukaannya, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Prof. Dr. Muhdar HM SE,ST.,M.M, menegaskan pentingnya keberanian dalam berkomunikasi. Ia menyampaikan:
“Gugup saat berbicara di depan umum itu wajar, bahkan pembicara hebat pun pernah mengalaminya. Kelas public speaking ini bukan untuk menjadi sempurna, tapi untuk belajar lebih percaya diri, lebih terstruktur, dan lebih berani menyampaikan ide. Karena ide hebat tidak akan berarti jika tidak bisa disampaikan dengan baik. Sebaliknya, ide sederhana bisa menjadi luar biasa jika disampaikan dengan tepat. Manfaatkan kesempatan ini sebagai ruang latihan untuk berani berbicara, berani menyampaikan pendapat, dan berani menjadi diri sendiri. Jangan takut salah, karena dari situlah kita belajar. Ingat bahwa kemampuan berbicara bukan bakat, tapi keterampilan yang bisa dilatih. Mulailah dari sekarang.”

Pelatihan ini menghadirkan sejumlah narasumber profesional dari berbagai latar belakang, di antaranya Elmawati Jaya (News Anchor TVRI Gorontalo), Alfian Saman (Credit Marketing Head ADMF Gorontalo), Sumitro Hasan (Public Speaker Insania Radio), Prof. Dr. Muhdar HM SE,ST.,M.M (Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam), serta Luqmanul Hakiem Ajuna dari PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk.

Selama kegiatan berlangsung, peserta dibekali berbagai materi mulai dari teknik dasar hingga lanjutan dalam public speaking. Materi yang disampaikan mencakup cara mengatasi rasa gugup, membangun kepercayaan diri, serta strategi komunikasi efektif yang relevan untuk kebutuhan akademik maupun dunia kerja.

Tak hanya teori, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi praktik langsung. Para peserta diberi kesempatan untuk tampil dan mempresentasikan ide mereka di depan audiens, sehingga mampu mengasah keterampilan secara nyata dengan arahan langsung dari para pemateri.

Salah satu peserta mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga. Ia menilai materi yang disampaikan bersifat aplikatif dan membantu meningkatkan kepercayaan diri saat berbicara di depan umum.

Panitia penyelenggara menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai upaya membekali peserta dengan kemampuan komunikasi yang efektif sebagai persiapan menghadapi dunia profesional. Selain itu, peserta juga memperoleh berbagai fasilitas, seperti sertifikat, materi pelatihan, serta konsumsi selama kegiatan.

Melalui terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan peserta mampu meningkatkan kemampuan public speaking mereka dan lebih siap dalam menyampaikan gagasan secara percaya diri di berbagai kesempatan.

Dekan FEBI IAIN SMART Prof. Dr. Muhdar HM SE,ST.,M.M Hadiri Halal Bihalal Kampus, Perkuat Sinergi Civitas Akademika

GORONTALO (IAINSMART) – Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Prof. Dr. Muhdar HM SE,ST.,M.M turut ambil bagian dalam kegiatan Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo (IAIN SMART). Kegiatan ini berlangsung di Aula Rektorat Kampus 1 dan diikuti oleh seluruh unsur civitas akademika.

Kehadiran Dekan FEBI bersama jajaran pimpinan dan sivitas akademika lainnya menjadi bagian penting dalam mempererat silaturahmi antar elemen kampus pasca perayaan Idulfitri. Momentum Halal Bihalal ini dimanfaatkan sebagai ruang untuk saling memaafkan sekaligus memperkuat kebersamaan dalam membangun institusi.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor IAIN SMART, Prof. Dr. Ahmad Faisal, M.Ag., menegaskan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar tradisi, tetapi merupakan wujud kesadaran kolektif untuk kembali kepada fitrah dan memperbaiki hubungan antar sesama. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh civitas akademika.

Partisipasi aktif Dekan FEBI dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen pimpinan fakultas dalam mendukung terciptanya lingkungan kampus yang harmonis dan produktif. Kebersamaan yang terbangun diharapkan dapat menjadi energi positif dalam menjalankan berbagai program strategis kampus ke depan.

Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi sarana penyampaian sejumlah agenda penting institusi, seperti progres alih status IAIN menjadi Universitas Islam Negeri (UIN), peningkatan akreditasi program studi, serta penguatan kualitas sumber daya manusia melalui percepatan program guru besar.

Dengan keikutsertaan seluruh pimpinan, termasuk Dekan FEBI, Halal Bihalal ini diharapkan mampu memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas unit dalam mendorong kemajuan IAIN SMART secara berkelanjutan.

Gelar Ramah Tamah, Dekan FEBI: Jangan Berhenti Belajar

GORONTALO (IAINSMART) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo (IAIN SMART) menggelar Ramah Tamah Tahun Akademik 2025/2026, yang bertempat di Gedung Grand Sumber Ria Gorontalo, Kamis (12/02/2026).

Hadir pada kegiatan tersebut, Rektor IAIN SMART yang diwakili oleh Wakil Rektor III, Dr. Sahmin Madina, M.Si., Dekan FEBI, para Wakil Dekan FEBI, Ketua dan Sekretaris Jurusan, para Dosen, Staf Administrasi, dan para orangtua pendamping serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Pada kesempatan itu, Prof. Dr. Muhdar HM, S.E., S.T., M.M, mengatakan bahwa ramah tamah bukanlah sekadar acara seremonial, namun sebagai momentum yang sarat dengan nilai spiritual dan silaturahmi.

“Ramah tamah bukan hanya acara seremonial saja, tetapi sesungguhnya memiliki nilai spiritual dan nilai silaturahmi didalamnya,” ungkap Dekan FEBI.

Dalam sambutannya, Dekan memberikan pesan kepada para alumni untuk tidak berhenti belajar meski telah menyandang gelar sarjana.

Hal tersebut bukan tanpa alasan, karena menurut Dekan, status sebagai Sarjana Ekonomi harus menjadi identitas yang melekat dalam sikap dan perilaku di tengah masyarakat.

“Ingat, Anda adalah sarjana ekonomi Islam. Jadilah seorang ekonom yang adil, bermartabat, amanah, profesional, dan berintegritas,” pesannya.

Tak hanya itu, bahkan Dekan mengingatkan, jika para alumni membawa nilai-nilai tersebut, maka keberadaan para alumni akan diterima dengan baik oleh masyarakat. Namun Dekan meyakini, bahwa fondasi utama kesuksesan adalah hubungan baik dengan Allah SWT.

“Yang lebih penting adalah perbaiki hubungan Anda dengan Allah SWT. Saya yakin, dengan hubungan kita yang baik kepada Allah SWT, maka secara otomatis hubungan kita kepada sesama manusia akan terjalin dengan baik. Kalau mau sukses dan berhasil, jangan lupakan Allah,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III, Dr. Sahmin Madina, M.Si., menyampaikan bahwa perjalanan menjadi seorang Sarjana tidaklah mudah. Banyak dinamika yang harus dilewati, mulai dari tantangan akademik hingga persoalan pribadi yang menguji ketahanan dan kesabaran.

“Dalam perjalanan menjadi sarjana tentunya akan melewati berbagai macam dinamika,” ujar Warek III.

Oleh karenanya, pihaknya mengingatkan bahwa dalam momentum ramah tamah ini menjadi saat yang tepat untuk merefleksikan kembali perjuangan yang telah dilalui. Bahkan Warek mengajak para alumni untuk mengingat kembali siapa saja yang telah berada di belakang mereka yang memberikan dukungan, doa, dan semangat sehingga berhasil menyelesaikan studi saat ini.

“Oleh karena itu, di malam ramah tamah ini kita mengenang kembali siapa yang ada di belakang kita, siapa yang membantu kita,” pungkasnya. (Hms/YN)