Gorontalo — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Sultan Amai Gorontalo menggelar kegiatan Studium General dalam rangka pembukaan perkuliahan semester genap Tahun Akademik 2025/2026 dengan mengusung tema “Tantangan FEBI Era Disrupsi Teknologi”.
Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusiasme dan diikuti oleh sivitas akademika, dosen, serta mahasiswa FEBI. Studium General ini bertujuan untuk memberikan wawasan strategis kepada mahasiswa dalam menghadapi perubahan besar akibat perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, khususnya dalam bidang ekonomi dan bisnis Islam.
Dalam sambutannya, pimpinan fakultas menegaskan bahwa era disrupsi teknologi telah mengubah lanskap ekonomi global, termasuk sektor keuangan syariah. Digitalisasi, financial technology (fintech), dan ekonomi berbasis platform menjadi tantangan sekaligus peluang yang harus direspons secara adaptif oleh mahasiswa FEBI.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama, Prof. Dr. Muhdar HM, SE., ST., MM, yang menyampaikan bahwa mahasiswa FEBI harus mampu bertransformasi, tidak hanya memahami teori ekonomi Islam, tetapi juga menguasai teknologi digital sebagai instrumen penting dalam praktik ekonomi modern.
“Mahasiswa FEBI dituntut untuk adaptif, inovatif, dan memiliki literasi digital yang kuat agar mampu bersaing di era disrupsi,” ungkapnya.
Dalam pemaparannya, beliau mengulas berbagai isu strategis, mulai dari perkembangan fintech syariah, transformasi digital lembaga keuangan Islam, hingga pentingnya inovasi dan kewirausahaan berbasis teknologi. Selain itu, mahasiswa juga didorong untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21 seperti critical thinking, kreativitas, dan kemampuan komunikasi.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran FEBI sebagai institusi yang melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap perubahan zaman serta mampu berkontribusi dalam pengembangan ekonomi dan bisnis Islam di tingkat global.
Acara ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang berlangsung dinamis, memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berdialog langsung dengan narasumber.
