GORONTALO (IAINSMART) – Atmosfer kebahagian dan rasa syukur menyelimuti kampus Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo (IAIN SMART) pada Senin, 9 Februari 2026. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN SMART secara resmi menyelengarakan Prosesi Yudisium Sarjana Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung khidmat di Aula Fakultas Syariah Kampus II IAIN SMART.
Prosesi yudisium ini dihadiri oleh Dekan FEBI, Wakil Dekan I dan Wakil Dekan III, para Ketua dan Sekretaris Jurusan, dosen, tenaga kependidikan FEBI, serta 74 peserta yudisium sarjana dari empat jurusan. Pengukuhan peserta yudisium dilakukan langsung oleh Dekan FEBI IAIN SMART, Prof. Dr. Muhdar HM SE,ST.,M.M.
Dalam sambutannya, Prof. Muhdar menegaskan bahwa yudisium bukan sekadar acara seremonial, melainkan momentum penting dalam perjalanan akademik mahasiswa.
“Yudisium bukan hanya seremoni pelepasan, tetapi titik transisi dari dunia pembelajaran menuju dunia pengamalan ilmu dalam kehidupan nyata,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam harus mampu mengimplementasikan ilmunya secara bertanggung jawab di tengah masyarakat.
“Ilmu ekonomi dan bisnis Islam tidak cukup berhenti sebagai pengetahuan, tetapi harus hidup dalam tindakan, kejujuran, dan praktik yang beretika,” tegasnya.
Mengutip pemikiran Imam Al-Ghazali, Dekan FEBI mengingatkan para lulusan agar tidak memisahkan ilmu dan amal.
“Ilmu tanpa amal adalah kegilaan, dan amal tanpa ilmu adalah kesia-siaan. Karena itu, ilmu yang saudara peroleh harus memberi dampak nyata bagi umat,” katanya.
Menurutnya, lulusan FEBI dipanggil untuk menjadi ekonom yang adil, pebisnis yang amanah, dan profesional yang berintegritas.
“Jangan menjadikan ilmu hanya untuk mencari popularitas, kekuasaan, atau kekayaan semata. Ilmu harus mendekatkan diri kepada Allah dan memperbaiki kehidupan masyarakat,” tambahnya.
Prosesi yudisium ini juga menjadi momentum bersejarah, karena dilaksanakan menjelang transformasi kelembagaan IAIN Sultan Amai Gorontalo menjadi Universitas Islam Negeri (UIN).
“Ini adalah salah satu yudisium terakhir FEBI dengan status IAIN. Insyaallah ke depan kita akan bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo,” ungkap Prof. Muhdar.
Menutup sambutannya, ia menyampaikan pesan kepada seluruh lulusan agar terus belajar dan menjaga nilai-nilai keislaman dalam setiap peran yang dijalani.
“Jangan pernah merasa selesai belajar. Amalkan ilmu di tengah masyarakat, jaga kejujuran, tanggung jawab, dan amanah, agar kehadiran saudara benar-benar memberi maslahat,” pungkasnya.