GORONTALO — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Sultan Amai Gorontalo sukses melaksanakan kegiatan Festival Go Ekonomi dan Keuangan Syariah (FEKSYAH) II Tahun 2026 pada Rabu (06/05/2026) di Aula Fakultas Syariah Kampus 2 IAIN Sultan Amai Gorontalo.
Mengusung tema “Peluang dan Tantangan Industri Halal di Tengah Digitalisasi Transaksi Keuangan”, kegiatan ini berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 13.00 WITA dan dihadiri oleh civitas akademika, mahasiswa, serta berbagai peserta yang antusias mengikuti jalannya forum diskusi ekonomi syariah tersebut.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan FEBI IAIN Sultan Amai Gorontalo, Prof. Dr. Muhdar HM, S.E., T., M.M. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya penguatan literasi ekonomi dan keuangan syariah di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.

“Transformasi digital memberikan peluang besar bagi pengembangan ekonomi syariah, namun juga menghadirkan tantangan yang harus dihadapi melalui inovasi dan penguatan sumber daya manusia,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, keynote speech disampaikan oleh Dr. Radliyah Hasan Jan, M.Si., Ak., selaku Dekan FEBI IAIN Manado. Ia membahas pentingnya kesiapan institusi pendidikan dan pelaku industri halal dalam menghadapi perubahan pola transaksi keuangan berbasis digital.
FEKSYAH II 2026 juga menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Dr. Syarifuddin, S.Ag., M.Ag., Wakil Dekan III FEBI IAIN Manado; Dr. Luq H. Ajuna, S.EI., M.M., M.Si., Wakil Dekan II FEBI IAIN Sultan Amai Gorontalo sekaligus Ketua Halal Center IAIN Sultan Amai Gorontalo; serta Dr. Syawaluddin, S.Pd.I., M.Si., Wakil Dekan I FEBI IAIN Sultan Amai Gorontalo.
Dala pemaparannya, para narasumber menyoroti perkembangan industri halal yang kini semakin terhubung dengan teknologi digital, mulai dari sistem pembayaran syariah, pemasaran produk halal berbasis digital, hingga tantangan regulasi dan literasi masyarakat terhadap keuangan syariah.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta terkait peluang pengembangan industri halal di daerah serta strategi menghadapi persaingan ekonomi digital.
Adapun jalannya kegiatan dipandu oleh moderator Dr. Moh. Agus Nugroho, S.EI., M.E., yang berhasil mengarahkan diskusi secara dinamis dan komunikatif.
Melalui pelaksanaan FEKSYAH II 2026, FEBI IAIN Sultan Amai Gorontalo berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang edukasi dan kolaborasi dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah, khususnya di Provinsi Gorontalo dan kawasan Indonesia Timur.