“PEGADAIAN MENGAJAR”, Mahasiswa IAIN SMART Dibawa Langsung ke Dunia Nyata Keuangan Syariah

Gorontalo, 28 April 2026 — Suasana berbeda terasa di Gedung Aula Fakultas Syariah, Kampus 2 IAIN SMART, Senin pagi ini. Ratusan mahasiswa tampak antusias memadati ruangan sejak pukul 08.00 WITA untuk mengikuti kegiatan Pegadaian Mengajar — sebuah program kolaborasi strategis antara IAIN Sultan Amai Gorontalo, PT Pegadaian, dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Provinsi Gorontalo. Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 13.00 WITA ini menghadirkan lima narasumber kompeten dari kalangan akademisi dan praktisi industri keuangan syariah.

Kegiatan ini diperkaya oleh kehadiran lima pembicara yang masing-masing membawa perspektif dan keahlian yang saling melengkapi.

Hadir pertama sebagai representasi pimpinan akademik, Prof. Dr. Muhdar, HM., SE., ST., MM., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Sultan Amai Gorontalo. Sebagai guru besar yang telah lama berkecimpung di dunia ekonomi Islam, beliau memberikan sambutan sekaligus membuka wawasan mahasiswa tentang pentingnya sinergi antara dunia kampus dan industri.

“Kegiatan seperti ini bukan sekadar program, tetapi merupakan bentuk nyata sinergi antara dunia akademik dan dunia industri. Kita saat ini hidup di era yang penuh dengan perubahan — era digital, era disrupsi, dan era kompetisi global. Dalam kondisi seperti ini, ilmu di ruang kelas saja tidak cukup. Mahasiswa FEBI membutuhkan wawasan praktis, pemahaman dunia kerja, serta kemampuan mengelola keuangan secara cerdas dan bijak. Di sinilah kegiatan Pegadaian Mengajar menjadi sangat penting,” ujarnya penuh semangat.

Beliau juga menegaskan posisi strategis Pegadaian dalam ekosistem keuangan syariah nasional. “Pegadaian bukan hanya lembaga keuangan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam meningkatkan inklusi keuangan, mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, serta memberikan solusi keuangan berbasis syariah. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat belajar langsung bagaimana praktik keuangan di lapangan, bagaimana mengelola risiko, dan bagaimana membangun literasi keuangan sejak dini,” tambahnya.

Sebagai penutup sambutannya, Prof. Muhdar menyampaikan pesan hangat kepada para peserta. “Manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Jangan hanya menjadi peserta yang hadir, tetapi jadilah peserta yang aktif bertanya, kritis dalam berpikir, dan terbuka terhadap pengalaman baru. Saya berharap kegiatan ini dapat memperkuat link and match antara kampus dan industri, membuka peluang kerja sama yang lebih luas, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Sultan Amai Gorontalo,” pungkasnya disambut tepuk tangan meriah.

 

Turut hadir sebagai narasumber, Rinaldi Datunsolang, M.Pd., Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Sultan Amai Gorontalo. Kehadirannya dalam forum ini menegaskan bahwa literasi keuangan syariah bukan hanya domain mahasiswa ekonomi semata, melainkan juga relevan bagi seluruh elemen civitas akademika. Rinaldi membawa sudut pandang integratif antara nilai-nilai keislaman dan penerapan keuangan syariah dalam kehidupan sehari-hari, memperkaya diskusi dengan pendekatan yang lebih holistik dan berbasis karakter.

Dari dunia praktisi, Wensy Charles Silvano Mamoe, Manager Bisnis Kantor Pegadaian Cabang Gorontalo Utara, hadir membawa pengalaman langsung dari lapangan. Dengan posisinya sebagai manajer bisnis yang mengelola operasional cabang secara langsung, Wensy memaparkan secara gamblang bagaimana Pegadaian bekerja dalam melayani masyarakat, mulai dari produk gadai konvensional hingga layanan berbasis syariah. Ia juga berbagi strategi bagaimana lembaga keuangan merespons kebutuhan masyarakat di era digital dan tantangan yang dihadapi di lapangan setiap harinya.

Melengkapi perspektif industri, Rezki Octavian, Spesialis Departemen Gadai Area Gorontalo, tampil sebagai narasumber yang memberikan pemahaman teknis mendalam mengenai mekanisme gadai, penilaian agunan, dan manajemen risiko. Sebagai spesialis di bidangnya, Rezki menjelaskan secara rinci proses bisnis gadai dari hulu ke hilir — pengetahuan yang sangat aplikatif bagi mahasiswa yang kelak akan berkecimpung di sektor keuangan. Paparannya menjadi jembatan nyata antara teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan realita praktik di dunia kerja.

Satu lagi narasumber kunci yang memperkaya forum ini adalah Dr. Luqmanul Hakiem Ajuna, SE.I., M.M.M.Si., Sekretaris Umum Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Provinsi Gorontalo. Dengan latar belakang akademis yang kuat sekaligus keterlibatannya langsung dalam gerakan ekonomi syariah di tingkat provinsi, Dr. Luqmanul membawa wawasan strategis tentang peta perkembangan ekonomi syariah di Gorontalo dan peluang besar yang menanti para generasi muda. Ia mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi konsumen sistem keuangan, tetapi juga berperan aktif sebagai agen perubahan dalam ekosistem ekonomi syariah nasional.

Tak sekadar ilmu, para peserta kegiatan ini juga memperoleh sejumlah manfaat nyata, di antaranya fasilitas pembukaan rekening Tabungan Emas Pegadaian, sertifikat keikutsertaan, snack, serta — yang paling berharga — ilmu yang bermanfaat langsung dari para praktisi dan akademisi terbaik.

Kegiatan Pegadaian Mengajar diharapkan menjadi program berkelanjutan yang semakin mempererat sinergi antara FEBI IAIN Sultan Amai Gorontalo, PT Pegadaian, dan MES Provinsi Gorontalo, demi melahirkan generasi ekonom muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga matang secara praktis dan siap memberi kontribusi nyata bagi perekonomian umat.